Langsung ke konten utama

Nafsu Minum Bertambah

Karena kulkas, kami sekarang mengkonsumsi air rebusan sendiri. Meskipun demikian air galonan tetap ready steady buat jaga-jaga kalau ada tamu yang agak sedikit fanatik terhadap air. Semisal,
"Mau minum apa? Anget? Dingi? Teh? Sirup? Apa kopi?"
"Air mineral aja kalau ada. Tapi jangan yang isi ulang. Kalau bisa yang A***."
"Emang ada air galonan isi ulang?"
"Ada. Dan itu tidak sehat. Banyak kandungan zat besi dan..."
"Tenang aja. Galonku bukan isi ulang. Tapi isi air."
"????"

Namanya tamu kan ya macam-macam jenisnya. Kalau nggak ditanya dulu nanti takut menyakiti hati. Kan nggak enak. Ada yang suka kopi gulanya dikit. Ada yang suka es teh esnya dikit. Ada yang suka teh anget dicampuri irisan jeruk. Kalau saya sendiri minum itu yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh. Makanya sekarang saya sering menginstruksikan kepada istri agar lebih giat lagi mendukung gerakan 'AyoRebusSendiriAirMinummu'. Dan istri menyambut gembira kebijakan saya itu.

Istri saya cukup sigap. Sebelum kulkas dianter ke rumah, dia sudah menyiapkan botol sirup kosong. Karena yang sudah-sudah botol sirup itu sering digunakan oleh manusia-manusia berbudaya kulkas sebagai tempat untuk menaruh air putih. Botol kaca itu memang cukup pantas menempati beberapa slot area di dalam kulkas. Terlihat memukau dan mengundang nafsu minum. Iya. Setiap membuka pintu kulkas dan melihat botol kaca berisi air maka semakin terasa kering saja tenggorokan ini minta dibasahi.

"Basahi aku mas.."
"Basahi akuuuuhhh..."

Dan ketika nafsu minum bertambah maka yang harus dilakukan adalah menurutinya dengan porsi sewajar dan secukupnya. Karena kalau terlalu berlebihan, tenggorokanmu tak apa, perutmu yang kenapa-napa.

Tiga teguk untukku. Tiga teguk untuk istriku. Tiga teguk untuk setiap anakku. Tiga teguk untuk setiap cucuku. Tiga teguk untuk setiap cicitku. Tiga teguk untuk setiap cucunya cucuku. Tiga teguk untuk setiap cicitnya cicitku.
Dan tiga teguk untuk cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicit cicitnya cicitku...

Tiga teguk, supaya tetangga beserta anak cucunya mendapatkan jatah minum yang sama...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lamaran Laa Roibafiih

Di suatu tempat yang sunyi, tersebut lah salah seorang pemuda yang sedang dirundung pilu. Di tengah-tengah kegelapan yang merubungnya dia tak mau membuka mata. Terpejam sampai tak tahu kapan waktunya. Meringkuk ia di sana. Rambutnya sangat kusut. Pakaiannya juga tak pernah berganti. Bau asam menyeruak dari tubuhnya. Bahkan ia sudah tak bisa melihat beda, mana makanan mana kotoran. Juga hati yang tak mengerti mana jeda, mana kesempatan, dan mana kerterburuan..... Hingga secercah cahaya datang. Cahaya yang kecil tapi cukup menenangkan. Cahaya yang dibawa seorang perempuan. Cahaya yang terpancar dari senyum simpulnya. Cahaya yang mungkin tak akan pernah padam atau dipadamkan. Cahaya yang jumlah tidak hanya 99. Cahaya yang berisi penuh dengan harapan. Tangan terjulur menawarkan kesegaran alur. Uluran yang sangat sayang untuk dilewatkan.  "Kemarilah. Ku temani kamu berjuang." perempuan itu berkata seraya wajahnya diterangi cahaya. "Kamu, mau menemaniku?" pemud...

Reposisi Kegembiraan Nabi

Ini hal yang cukup menggembirakan. Sangat menggembirakan. Iya. Benar-benar menggembirakan. Bagi orang yang tidak punya predikat bahkan pekerjaan apapun ini, 'diajak' kemana-mana adalah hal yang menggembirakan. Saya sudah tidak perlu bersusah payah menjadwal diri saya harus bangun jam sekian, harus makan jam sekian, harus mandi jam sekian, harus ke kantor jam sekian. Karena itu saya malah alhamdulillah. Tidak ada tanggungan apa-apa. Jadi kemana-mana saya ngikut saja sama ajakan teman-teman. Saya tidak punya pendirian yang kuat sebagai laki-laki? Iya, kalau cara berfikirmu lahiriyah. Kalau rohaniyah kamu akan menemukan hal-hal baru jika berinteraksi dengan spesies sejenis saya ini. Nggak percaya? Ketemuan yuk! Sambil ngopi-ngopi gitu. Ngemil-ngemil. Berdua aja sih. Khusus perempuan tapi. Nggak. Becanda. Saya percaya saja bahwa orang-orang yang mengajak saya keliling kemana-mana itu orang-orang baik dan disayang sama Allah sama Rosul. Karena diantara teman-teman, saya adalah yang...

Puasa Tidak Kuat

Ini sudah masuk pergantian tahun Islam dan Jawa. Biasanya paling enak kalau mengingat-ingat masa lalu. Kalau ada yang baru, biasanya yang lama malah bikin rindu. Sedikit membongkar-bongkar file-file usang. Tapi saya tidak akan membahas tentang manuskrip kuno saya yang dari abad ke-4 sampai sekarang belum berhasil saya selesaikan. Huruf depannya S belakangnya I. Betul! SAPI! Skripsi skripsi! Itu barang teraneh yang pernah saya temui dalam hidup. Semoga Desember ini kelar. Februari 2013 bisa ikut adek-adek lima atau enam tingkat di bawah saya wisuda. Nanti gelarnya Sarjana Masbuk saja, tidak usah Sarjana Seni (S.Sn). "Saya nikahkan Didik Wahyu Kurniawan Sarjana Masb..... Lho ini nggak salah?" "Apa pak?" "Ini?! Mana ada gelar Sarjana Masbuk? Jangan guyon ah dek!" "Ada pak penghulu. Serius. Nih!" menyodorkan buku Sarjana Masbuk. Sombong dikit lah. Sekali-kali. Iya, bulan puasa lalu hampir tidak ada catatan. Sayang sekali memang. Tapi a...