Langsung ke konten utama

Ada Kulkas Di Rumahku

Memang saya ke Solo 'kosongan'. Nggak bawa bekal apa-apa selain doa restu dan ridho bapak ibu dan kedua mertua saya. Setahun menempati kontrakan dengan trend hidup ala saya. Kalau teman-teman yang pertama kali mampir, pasti komentarnya sama.
"Luas banget rumahmu."
Lha ora luas piye mas mas. Kosongan model ngene ki ya mesti luas. Keuntungannya adalah saya dan istri bisa guling-guling dimana aja. Ruang tamu, ruang tengah, dapur, bahkan kamar mandi (opsi terakhir ini). Karena kosong ya mesti sejuk. Kalau rumah kalian gerah, dicek barang apa saja yang kalian simpan. Barangnya bisa menimbulkan panas apa nggak? Biasanya barang elektronik.

Setelah sekian waktu berlalu, makhluk-makhluk imut yang sudah lama migrasi datang lagi ke rumah. Tikus. Mereka selalu membuat dapur porak poranda. Cabe bertebaran di mana-mana. Tomat sudah berlubang tengahnya. Tisu amburadul menyebar di bawah meja. Dan kabel magic com menjadi kudapan selanjutnya. Ealah. Kok ya tega.

"Makanya. Harus ada kulkas. Supaya tikusnya nggak merajalela." Istri saya memberikan argumen.
Saya masih terdiam. Mencerna kalimat itu.
"Kalau nggak ya lemari buat nyimpen makanan."
Saya masih saja diam.

Malamnya saya berpikir. Normalnya sih, sebagai manusia abad kekinian, harusnya memang ada kulkas di rumah. Daripada saya berdebat sama istri soal 'kenapa kulkas pintunya ada di depan aja. Kok nggak samping kanan kiri aja biar kita kelihatan keren dan bisa India-India-an pas membukanya', maka saya peluk istri saya dari belakang dan saya bisiki telinganya,
"Ada tikus di kakimu."
Aaaaaggghhh
"Nggak nggak. Besok beli kulkas."

Saya sendiri yang berangkat. Saya yang beli. Duitnya istri. Karena dia Menkeu nya. Sampai di salah satu toko elektronik di ruas jalan Slamet Riyadi Solo saya langsung disambut oleh guide.
"Beli apa mas?"
"UFO."
"Maaf apa mas?"
"Oh. Lemari es mas. Es nya dikit aja nggak pake gula."
"Maaf?"
"Lemari es."
"Mari ikut saya ke lantai dua."

"Nah yang itu murah mas. Bagus awet. Garansi 5 tahun."
"Itu garansi apa pemilu?"
"Maaf?"
"Yang low voltage ada mas?"
"Oh semua kulkas keluaran sekarang low voltage semua mas. Kayak lampu. Kecil kok."
"Nyari yang satu pintu apa dua pintu mas?"
"Satu aja mas."
"Yang bagus ini mas. Raknya dari kaca bukan plastik."
"Saya mau beli kulkas bukan sepatu Cinderella. Kalau kaca kenapa kalau plastik kenapa?"
"Awet yang kaca mas."
"Oh bener. Untung Cinderella sepatunya kaca."
"Mas mau beli apa ndongeng?"
"Saya beli yang ini mas. Nett nya berapa?"
"Masih bisa turun paling. Nanti sama bos nya aja di bawah. Dianter ke mana?"
"Mars."
"Maaf?"
"Purbayan. Utara masjid Purbayan. Jadi dari Tugu Lilin Pajang ke selatan sampai......"

Begitulah. Kulkas yang dijanjikan siang diantar ternyata sampai di rumah sore menjelang berbuka. Setelah saya baca-baca cara pengoperasiannya dengan sungguh-sungguh dan seksama, dengan mengucap doa dalam hati saya tancapkan saklar kulkas itu.

Clep!
Nguuung... nguuung... nguuung...

Kulkas mendengung. Kepala saya pusing mendengar dengungan itu. Ini frekuensi rendah kayaknya. Terlalu rendah buat diterima telinga saya. Saya bilang ke istri dia hanya geleng-geleng kepala. Beli kulkas cash kok pusing. Kalau kredit, baru boleh pusing.

"Dudu masalah kuwi sayaaaaanggg...."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grup Neraka, Pemilu Neraka

Oke. Untuk teman-teman yang baru hadir bisa mengambil tempat duduk yang disediakan. Di depan kalian sudah ada satu paket makanan kecil beserta air minum dalam kemasan. Mari kita berdialog dalam suasana yang santai, rileks, dan tidak ada curiga antara satu dengan yang lain meski baju yang teman-teman kenakan semuanya tidak ada satupun yang sama. Baju couple itu baju yang jelas-jelas beda antara satu dengan yang lainnya. Namun tatkala masing-masing kuat pendiriannya bahwa mereka berbeda satu sama lain justru itulah unsur utama penyatuan itu. Berpasangan itu jelas-jelas menyatukan unsur yang berbeda. Bukan menyatukan unsur yang sama. Sandal kanan pasangannya sandal kiri. Keduanya disebut sepasang sandal. Satu laki-laki satu perempuan keduanya disebut mempelai berdua. Satu aku satu kamu disebut dengan cinta. Mas panitia tolong dicek satu persatu jangan sampai tidak ada yang tidak mendapatkan snack. Karena teman-teman saya yang hadir disini mereka datang secara ikhlas. Jadi sedikit sna...

Speed Siput

Sebenarnya tadi saya mau nulis dengan judul 'Energi Selingkuh'. Tapi takutnya nanti menciderai hati pembaca yang budiman maka saya tunda untuk mempublikasikan tulisan yang rawan kecaman dan cemoohan tersebut. Mari sebelum kita menginjak-injak acara berikutnya ada baiknya sejenak kita menundukkan kepala dan mengucapkan dalam hati, semoga kalian memiliki pasangan yang loyal alias setia. Sudah hampir setengah tahun ini, saya dan istri secara alamiah sepakat untuk menggunakan 1 hape berdua. Tidak ada konsepsi khusus semua terjadi begitu saja. Tidak ada masalah secara ekonomi. Karena sejak awal Januari sampai sekarang ini kami masih dalam tahap menimbang kira-kira hape apa yang cocok dengan karakter keluarga kami. Apakah yang sekedar kuat buat ML? Atau yang tidak perlu memakai ML? Atau yang bisa dengan nikmat ML di berbagai tempat? Tak terasa sampai hampir setengah tahun ini kami berbagi menggunakan hape. Hape yang masih 3G. Nomor WA milik saya. Nomor untuk telpon dan sms GSM mil...

paHAMILah

Sudah hampir tujuh bulan ini perut istri saya membesar. Kadang konstraksi kecil. Kayak ada yang memukul-mukul dari dalam. Lucu rasanya. Jadi perempuan itu gitu ya? Bisa hamil. Membawa makhluk hidup di dalam perutnya selama lebih kurang 9 bulanan. Saya tanya sama istri saya, "Kayak gitu rasanya gimana? Bawa perut gede." "Sekarang ya berat. Kenapa?" "Nggak papa." Perempuan kalau hamil itu kayak punya gelombang positif berlapis-lapis. Katanya karena dibantu dari dalam. Pusat energinya double. Ada yang bilang sih, kalau hamil itu gampang lemes. Bawaannya pengen tidur. Saya pikir itu wajar. Butuh sering isi ulang daya. Toh tidurnya itu bukan karena alesan males. Perempuan hamil itu mendapat bermacam fasilitas. Baik dari Tuhan maupun dari manusia. Coba aja kalau nggak percaya. Yang jomblo itu kalau udah nikah nanti kan tau. Nggak perlu baper. Nggak perlu banyak konsep. Nggak perlu nyari bahagia. Nggak mesti kok nikah itu mesti bahagia. Nggak mesti seneng-se...