Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Maaf, Bapakmu Aneh

Untuk Anak Lelakiku, Le, cah bagus, mungkin saat membaca surat ini bapak tidak sedang berada di sampingmu. Menemanimu bermain kuda kayu atau gangsing bambu. Mungkin bapak sedang berada di Amerika, Israel, Suriah, Jepang, Belanda, Portugal, Yunani, China, Rusia, atau Palestina. Atau di tempat yang 'lain'. Le, cah bagus, anakku. Jadi lelaki itu tidak mudah. Tapi cukup menyenangkan. Bapakmu ini tumbuh dan berkembang dengan cara yang tidak semua manusia di bumi ini mengalaminya. Bapakmu bukan sosok yang diidam-idamkan oleh orang tua-orang tua perempuan di belahan bumi manapun. Mereka bilang, bapakmu ini, aneh. Dan saat bapak balik bertanya kepada mereka, aneh yang seperti apa, mereka menjawab, pokoknya aneh. Ada yang bilang karena salah didikan, ada yang bilang karena salah pergaulan lingkungan, bapak terima itu semua le. Karena tidak ada hal yang paling indah selain penerimaan setelah terjadinya penolakan. Bapak ditolak, tapi bapak tidak balik menolak. Melainkan mene...

Lupakan Indonesia

Kali ini saya akan lebih serius dalam menyajikan catatan. Saya tidak mau lagi bersendau gurau. Ini sudah memasuki bulan-bulan yang kritis. Di mana bangsa Indonesia akan mengalami hal-hal yang penting dalam sejarah kehidupannya. Sekali salah melangkah, semuanya akan kacau. Selanjutnya tak akan pernah lagi dikenal sebuah kepulauan yang memiliki armada perang maritim terbesar, yang sering membuat bangsa lain bergidik. Sekali berlayar mereka menggunakan kapal berjumlah di atas 500 kapal. Bahkan kabar yang tersiar jumlahnya hampir ribuan yang berlayar ke belahan penjuru dunia. Semenanjung Arab dan Afrika. Karena saat itu wilayah Eropa dan Amerika masih berupa daratan gersang dan tidak subur. Jika di April nanti terjadi kesalahan lagi, maka bangsa ini akan semakin sulit diidentifikasi. Sebenarnya siapa Indonesia? Siapa orang Indonesia? Siapa keluarga-keluarga di Indonesia. Setiap bayi yang lahir di negeri ini kemudian menjadi bayi yang linglung. Yang tahunya begitu besar dia akan bersekolah...

Esok Untuk Kemarin

Lagi, catatan ini termasuk catatan yang berat. Jadi yang merasa kapasitas otaknya biasa-biasa saja, jangan pernah sekalipun mencoba meneruskan membaca catatan berikut ini. Saya, serius. Kalau teman-teman tetap memaksakan diri untuk terus membaca dan memuaskan rasa penasaran anda terhadap apa isi catatan saya kali ini efeknya adalah:  - kepala pening - tenggorakan sulit untuk menelan - mata merah - hidung mengeluarkan cairan yang dunia medis manapun belum mengetahui cairan apa itu - badan pegal-pegal, sepegal para kuli yang ikut membangun Piramida - jari kaki anda akan bergerak-gerak sendiri tak bisa dihentikan selama kurang lebih 7x24 jam Anda jangan lantas berfikir, ah Didik, paling juga kayak biasanya, paling dia lagi bercanda. Saya jawab: TIDAK. SUNGGUH SEKALI KALI TIDAK. Anda boleh memilih salah satu efek yang akan terjadi pada diri anda. Dan kalau anda masih tidak percaya setelah membaca kalimat ini berarti anda, SEHAT. Selamat yah...  Adalah hal yang...

Hutang Para Alien

Sejatinya adalah anugerah yang besar tatkala ada orang lain yang mendatangi diri kita lalu dengan mimik muka sedikit lesu, penuh kekalutan, dan dengan lirih berucap, "Bisa pinjam uang?" Pertama, di dalam cara pandang orang tersebut, kita adalah organisme yang memiliki lebih banyak uang daripada dia. Secara sederhana, bisa diambil kesimpulan sementara bahwa, kita lebih kaya daripada dia. Siapa, siapa yang tidak mau dianggap kaya. Karena kita cenderung sakit hati dalam tanda kutip, ketika ada orang lain yang mengata-ngatai diri kita miskin, jelek, bodoh. Meskipun pada kenyataannya, iya. Tapi tenang saja. Orang yang mengata-ngatai diri kita miskin, jelek, dan bodoh adalah tipikal orang yang berpengetahuan dangkal, tingkat intelektualitas sangat rendah, dan tidak memiliki kepekaan hati. Dia tidak tahu, bahwa meskipun kita jelek, miskin, dan bodoh di dunia, tapi belum tentu kita jelek, miskin, dan bodoh, di mana saudara-saudara???? Mars! Pinter. Kedua, jika ada orang ya...

Untuk Kalian Yang ......

Sebenarnya saya mau tertawa keras sekerasnya, tapi karena ini masih pagi, sepertinya belum layak untuk berteriak-teriak. Agak kurang santun juga jika saya merasa hidup saya ini sedang 'tidak apa-apa'. Kalau 'tidak ada apa-apa' berarti saya nggak hidup. Di tengah-tengah keraguan-keraguan dalam menentukan pilihan, antara 2 aktivitas yang harus lebih dikerjakan dan dikerjakan, beberapa teman, kalau bolehlah saya anggap sebagai saudara, datang berduyun-duyun tanpa saya undang. Mereka membawakan tanda untuk saya tangani. Cerita-cerita 'aneh' lagi-lagi menghampiri diri ini. Lingkungan saya sekarang ini, adalah lingkungan 'dagang' dan 'menulis'. Kuat sekali pengaruhnya terhadap saya. Untung selama beberapa tahun ini saya dimampukan untuk beradaptasi meski apa yang saya lakukan, saya akui belum sepenuhnya total. Entah kenapa, sepertinya masih ada semacam ketakutan "ini nanti ke depannya seperti apa? masa mau begini terus? bisa hidup dari sini? ...

Hidayah Abu-Abu

Selamat siang teman-teman. Catatan kali ini akan saya selesaikan dengan cepat. Namun ada hal-hal yang kalian harus persiapkan sebelum membaca catatan ini. Pertama, tisu kering. Tisu kering bukan tisu basah. Kedua, obat flu. Ketiga, jangan pernah membaca catatan ini di tempat umum. Alasannya hanya satu. Cerita kali ini akan menguras habis air mata kalian. Mengurasnya sampai kering kerontang. Tak tersisa. Dimulai dari se ka rang! Solo. Hari Kamis malam itu saya sedang berkomunikasi dengan seseorang via telpon. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Saya pikir ini kamar sebelah sedang kesurupan lantas membentur-benturkan kepalanya ke tembok hingga menimbulkan getaran yang hebat. Tapi sekeras itukah kepalanya? Saya mencoba tenang dan tidak berprasangka apapun. Saya melanjutkan kembali aktivitas saya sebagaimana wajarnya. Lalu terdengar lagi dentuman keras itu. Kalau pun kamar sebelah sedang kesurupan pasti ini kesurupan terdahsyat sepanjang sejarah umat manusia. Sehebat-hebat kes...

IndoMars, AlfaMars, Universitas Negeri Sebelas Mars

Catatan berikut ini akan saya tuturkan dengan bahasa yang formal dan kaku. Jadi saya mohon usahakan ada barang atau benda-benda di sekitar anda yang sekiranya nanti mampu mencairkan suasana ketegangan berfikir anda. Semacam segelas kopi hangat buatan istri, atau yang masih sendiri bisa menikmati kopi seduhan kekasih hati. Karena saat-saat ini adalah saat-saat yang cukup mengkhawatirkan bagi bangsa Indonesia. Maka siapkan hati seluas mungkin dan fikiran setenang mungkin untuk menghadapi bahaya di depan. Rumornya, April nanti, Mars akan menyerang kitaaaahhh!!! Nggak sih. Alien itu seneng sama penduduk Indonesia. Paling seneng bahkan. Yang jelas yang sangat jatuh cinta dengan Indonesia itu penduduk Mars. Hu'um. Serius. Katanya mereka akan mengadopsi beberapa sistem yang digunakan bangsa ini. Jadi nggak usah minder kalau di bumi ini Indonesia tidak pernah menempati peringkat-peringkat atas untuk urusan prestasi yang baik-baik. Tenang saja. Tetap bangga menjadi bagian bangsa Indone...