Langsung ke konten utama

Pertahanan dan Keamanan Puasa

Sampai di stasiun kereta api Kebumen, kami dijemput oleh keluarga kembaran istri saya. Mereka sudah dikaruniai anak alhamdulillah sehat. Gendut, chubby, laki-laki. Jarak tempuh dari stasiun kereta ke rumah mertua di Kebumen ternyata cukup dekat. Melewati kampus PGSD UNS cabang Kebumen kemudian sampai di jalan besar. Kurang dari sekilo sudah sampai di rumah mertua. Saya diboncengkan ipar sedangkan istri saya dan kembaran beserta anaknya naik becak motor. Sebuah kombinasi sempurna perkawinan antara becak dan motor. Bagi saya ini inovasi. Ini kreativitas yang layak diapresiasi. Nanti ketika waktunya tiba akan ada becak yang punya sayap atau baling-baling. Becak yang bisa terbang. Dan tak ada lagi jarak yang terlalu jauh antara abang-abang becak dengan pilot. Namanya Cak Wat. Becak pesawat tanpa pramugari.

Lebaran di sini banyak makanan bertebaran di mana-mana. Setiap rumah menyuguhkan paling tidak menyuguhkan minimal 6 jenis makanan kecil. Jadi bisa dihitung berapa juta makanan kecil yang tersebar dalam satu RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan se-negara. Belum pernah ada yang meneliti ya? Yang mau skripsi boleh ambil tema persebaran makanan saat lebaran. Itu baru makanan. Belum pakaian.

Karena makanan yang begitu banyak, saya mau tak mau harus memegang prinsip 'imsak'. Tak semuanya harus saya lahap. Tak semuanya harus saya rasakan. Dipilah dan dipilih saja. Imsak harus terjaga dengan baik. Imsak merupakan metode pertahanan yang efisien demi keamanan tubuh. Itu menurut saya. Setiap saat saya harus bisa menentukan saat imsak bagi tubuh saya sendiri. Karena kadang saya lupa, ketika saya masukkan makanan ke mulut, begitu bangun dari tertidur baru terasa. Yang tenggorokan serak lah. Yang hidung tersumbat lah. Yang kepala pening lah. Bukan. Saya tidak sedang mengharamkan. Saya hanya mempertahankan imsak. Tetep saya cicipi makanan-makanan itu, namun ada komposisi dan porsinya. Karena makan pada saat lebaran itu ada konteks sosialnya. Ada konteks saling menjaga tali silaturahminya. Namun ketika dalam diri saya berteriak.. "imsaaakkk... imsaaakkk... imsaaakkk..." maka saat itu saya harus menghentikan aktivitas makan dan minum untuk kemudian pamit undur diri dari tuan rumah.

Memang makanan itu menggoda. Semenggoda mulut kita untuk menceritakan seluruh kesuksesan di dunia yang kita capai selama 11 bulan yang lalu. Yang sudah jadi ini. Anakku sudah jadi itu. Anakku sudah bisa begitu. Aku sudah punya ini punya itu. Atau membicarakan tentang teknologi modern terbaru. Paling sering membicarakan gadget terbaru. Semisal bagaimana 3G sudah menjadi barang basi. Bagaimana wi-fi segera diganti li-fi. Dan beberapa obrolan tentang tempat-tempat yang menjual pakaian murah namun modis.

Imsak itu harus saya pertahankan. Syukur-syukur mampu menjalankan pertahanan dan keamanan puasa di bulan-bulan berikutnya. Demikian. Mohon bimbingannya.

Yang jomblo, tenang. Puasa dulu nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grup Neraka, Pemilu Neraka

Oke. Untuk teman-teman yang baru hadir bisa mengambil tempat duduk yang disediakan. Di depan kalian sudah ada satu paket makanan kecil beserta air minum dalam kemasan. Mari kita berdialog dalam suasana yang santai, rileks, dan tidak ada curiga antara satu dengan yang lain meski baju yang teman-teman kenakan semuanya tidak ada satupun yang sama. Baju couple itu baju yang jelas-jelas beda antara satu dengan yang lainnya. Namun tatkala masing-masing kuat pendiriannya bahwa mereka berbeda satu sama lain justru itulah unsur utama penyatuan itu. Berpasangan itu jelas-jelas menyatukan unsur yang berbeda. Bukan menyatukan unsur yang sama. Sandal kanan pasangannya sandal kiri. Keduanya disebut sepasang sandal. Satu laki-laki satu perempuan keduanya disebut mempelai berdua. Satu aku satu kamu disebut dengan cinta. Mas panitia tolong dicek satu persatu jangan sampai tidak ada yang tidak mendapatkan snack. Karena teman-teman saya yang hadir disini mereka datang secara ikhlas. Jadi sedikit sna...

Sesaji Di Dalam Kulkas

Seperti otomatisasi, kehadiran kulkas di ruang tengah seakan memanggil-manggil makanan untuk berduyun-duyun datang dan tinggal di dalamnya. Kulkas ini jauh dari kata hampa. Selalu terisi, dengan cara yang misterius dan tak terprediksi. Seperti kisah-kisah jaman dulu. Ada periuk yang tiba-tiba berisi nasi padahal tak pernah ada beras satu butirpun di sana. Di tempat teratas tentu saja ada kotak pembeku. Oleh istri dimanfaatkan untuk membuat batu-batu es. Jaga-jaga kalau ada tamu yang suka makan batu es. Emang ada? Banyak kawan saya berjenis makhluk pemakan batu es. Berapa? Banyak. Laki atau perempuan? Perempuan. Makan es batu seperti ngemil kacang kulit. Jadi freezer ini merupakan tempat sesaji untuk makhluk-makhluk itu. Di rak kedua tepat di bawah freezer sering digunakan istri sebagai tempat penyimpanan kaki ayam atau yang lazim kita kenal dengan 'cakar'. Lebih menggugah selera disebut dengan 'ceker'. Saya berada di garda depan untuk urusan ceker ini. Ceker adalah s...

paHAMILah

Sudah hampir tujuh bulan ini perut istri saya membesar. Kadang konstraksi kecil. Kayak ada yang memukul-mukul dari dalam. Lucu rasanya. Jadi perempuan itu gitu ya? Bisa hamil. Membawa makhluk hidup di dalam perutnya selama lebih kurang 9 bulanan. Saya tanya sama istri saya, "Kayak gitu rasanya gimana? Bawa perut gede." "Sekarang ya berat. Kenapa?" "Nggak papa." Perempuan kalau hamil itu kayak punya gelombang positif berlapis-lapis. Katanya karena dibantu dari dalam. Pusat energinya double. Ada yang bilang sih, kalau hamil itu gampang lemes. Bawaannya pengen tidur. Saya pikir itu wajar. Butuh sering isi ulang daya. Toh tidurnya itu bukan karena alesan males. Perempuan hamil itu mendapat bermacam fasilitas. Baik dari Tuhan maupun dari manusia. Coba aja kalau nggak percaya. Yang jomblo itu kalau udah nikah nanti kan tau. Nggak perlu baper. Nggak perlu banyak konsep. Nggak perlu nyari bahagia. Nggak mesti kok nikah itu mesti bahagia. Nggak mesti seneng-se...