Ini hal yang cukup menggembirakan. Sangat menggembirakan. Iya. Benar-benar menggembirakan. Bagi orang yang tidak punya predikat bahkan pekerjaan apapun ini, 'diajak' kemana-mana adalah hal yang menggembirakan. Saya sudah tidak perlu bersusah payah menjadwal diri saya harus bangun jam sekian, harus makan jam sekian, harus mandi jam sekian, harus ke kantor jam sekian. Karena itu saya malah alhamdulillah. Tidak ada tanggungan apa-apa. Jadi kemana-mana saya ngikut saja sama ajakan teman-teman. Saya tidak punya pendirian yang kuat sebagai laki-laki? Iya, kalau cara berfikirmu lahiriyah. Kalau rohaniyah kamu akan menemukan hal-hal baru jika berinteraksi dengan spesies sejenis saya ini. Nggak percaya? Ketemuan yuk! Sambil ngopi-ngopi gitu. Ngemil-ngemil. Berdua aja sih. Khusus perempuan tapi. Nggak. Becanda. Saya percaya saja bahwa orang-orang yang mengajak saya keliling kemana-mana itu orang-orang baik dan disayang sama Allah sama Rosul. Karena diantara teman-teman, saya adalah yang paling laknat, fasih banget misuhe, ngomongnya jorok-jorok, didukung dengan tampilan luar yang nggak fashionable sama sekali. Jadi saya tidak mungkin dijerumuskan teman-teman. Buat apa menjerumuskan seseorang yang sudah terbiasa hidup dalam kegelapan? Percuma. Mubadzir. Terus kalau tidak ada ajakan bagaimana? Saya mengajak diri saya sendiri untuk menjelajahi siapa diri saya. Perkara tidak ketemu, itu urusan nanti, yang penting sudah bergerak, berjalan. Orang sakit itu karena tidak lancar perjalanan metabolisme tubuhnya. Pasti ada yang tersumbat atau berhenti. Jadi kalau ada orang yang mengatakan, 'jangan terlalu banyak berfikir, nanti gampang sakit' agak bener juga. Dengan berfikir komponen yang ada di dalam otak bekerja terus menerus. Kenapa dia sakit, karena memikirkan hal yang seharusnya tidak begitu perlu dipikirkan. Tidak tahu posisi dan porsi. Overload otaknya. Konseleting dimana-mana karena otak juga mengandung gelombang elektromagnetik. Panas chasing (kepala)nya. Ini saya tadi mau nulis apa kok sampai sini? Sebentar, baca lagi dari atas coba.
Oke. Masih nyambung ternyata. Lebih asyik lagi, dengan mengikuti jadwal orang lain, hidup penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak bisa ditebak. Tidak bisa diprediksi apa yang akan terjadi. Dengan begini bisa mengurangi kemampuan meramal saya. Sejak SD saya sudah menggunakan metodologi ramalan. Goblognya, itu hanya saya gunakan saat bermain judi saja. Bola, togel, sampai puteran koin. Bahkan sejak kecil pula saya sudah membaca buku primbon tafsir mimpi. Asyiknya, diantara ramalan itu banyak yang benar. Dari merasa benar itulah rasa kecanduan datang karena sering menang. Kelas tiga SMP adalah puncak pengetahuan saya terhadap 'prediksi'. Entah siapa yang mengajari, pendekatan apapun saya pakai. Dari zodiak barat, hingga tafsir mimpi ala Jawa. Jadi jika mencapai kesimpulan 'rezeki hari ini lancar', taruhan saya makin banyak. Dan menang. Maka, sekarang, saya tidak mau lagi menebak-nebak apapun. Capek. Otak sering overload. Kepala panas. Kecuali kalau itu memang berita 'murni'. Tapi untuk menakar kemurnian berita itu saya juga belum ketemu caranya. Masih harus belajar banyak sama Nabi Yusuf soal tafsir mimpi. Tapi kalau ngomong soal Nabi Yusuf nanti ketemunya sama persoalan penyingkiran, pembuangan oleh saudaranya sendiri, dikejar-kejar perempuan, bikin perempuan hilang konsentrasi. Yah kalau sekarang kamu lagi dikejar-kejar lawan jenis dimana kamu sendiri kurang begitu cocok berarti kemampuan tafsir mimpi kamu sedang bagus-bagusnya. Lumayan menghibur diri.
Nggak papa kan yah mereposisi siapa diri kita. Kan sudah ada 25 kisah nubuwah dan risalah yah? Boleh kan seolah-olah memposisikan perjalanan hidup kita seperti ke-25 cerita itu kan? Bukan mengaku Nabi atau mengaku Rasul lho? Hanya mereposisi. Belajar menentukan kembali sebenarnya koordinat saya ini dimana sekarang? Apa seperti Yusuf yang lagi digandrungi Zulaekha-Zulaekha di zamannya? Atau seperti Ayub yang sedang kebingungan mencari obat untuk dirinya sendiri? Atau seperti Ibrahim yang harus memandirikan Siti Hajar bersama Ismailnya? Lha silahkan mau pilih yang mana diantara ke 25 kisah itu. Dalam kisah itu kan sudah ada solusi? Semuanya ber-hikmah. Enak kok kalau sudah ketemu sedang mengalami kisah siapa kamu sekarang. Saya? Rahasia dong! Nggak mau cerita! Males! Saya dari lahir mah tampangnya sudah kayak nabi Yusuf, sayangnya produk KW 13, jadi yah BEDA BANGET! Lha kalau skripsimu tak kunjung usai, berarti kamu sedang seperti nabi Yunus saat di dalam perut ikan. Sujud dan sujud, sambil cari cara bagaimana jalan keluarnya. Pakai cara seradikal mungkin, yang penting keluar. Kelitikin perut ikannya juga nggak apa-apa sampai ikannya ngekek plus muntah-muntah. Tapi jangan kelitikin perut dosen pembimbing yah. Serius mau nyoba? Jangan!
Seperti perjalanan kemaren. Saat itu ada grup nasyid yang mengajak saya, dan tidak akan saya sebutkan kalau nama nasyid itu adalah Zukhruf. Lancangnya saya, saya meramal bahwa ini akan menjadi perjalanan yang berat. Berat dalam hal apapun. Baik psikis maupun fisik. Padahal saya sudah berjanji untuk tidak melakukan tebak menebak lagi. Saya dan Arga, yang sama-sama alumni lulusan Training Nasional Dukun 2011, dan alhamdulillah kita berdua adalah lulusan terbaik, meraba-raba dengan pelbagai pertimbangan data. Kita kumpulkan semua data-data tentang siapa mempelainya sampai dimana kira-kira lokasinya.
Dan perjalanan itu dimulai dari Solo, jam sembilan malam, menuju dukuh Bongkot, Pacitan... deg-deg, deg-deg, deg-deg....
Problem pertama, ban bocor. Alhamdulillah dapat tukang tambal ban di daerah Wonogiri, padahal hari sudah larut. Alhamdulillah lagi ban tubeless, jadi cepat cara penanganannya. Alhamdulillah untuk kesekian kalinya, karena tukang tambal ban penyuka dangdut koplo. Jadi sambil menunggu kita bisa sedikit berjoged di bawah bintang gemintang. Joget dangdut tidak akan menurunkan martabatmu, asal jogednya tahu porsi dan posisi.
Problem kedua, masuk hutan jam tiga dini hari. Ini yang membuat saya menelungkupkan badan dan pura-pura tidur saja. Saya curiga jangan-jangan kita sampai di perbatasan Indonesia Malaysia. Dan yups, sinyal sulit. Karena jaman sekarang kita lebih dikondisikan untuk percaya sinyal hape daripada firasat. Kalau tidak dibales smsnya gampang panik lalu galau. Padahal kalau mau kan kita bisa memakai telepati. Oke, batal, tidak usah dilanjutkan pembahasannya. Nanti kumat lagi saya. Alhamdulillah ada anak-anak muda yang main bilyard. Di daerah seperti itu ternyata ada pemuda-pemuda yang berolah raga dini hari menyodog bola kesana kemari. Alhamdulillah lagi kita diberitahu lokasi acara. Namun sampai sekarang, saya masih tidak percaya kalau mereka manusia. Dari cara bicaranya mereka malaikat yang sedang menyamar. Teknik yang bagus sebenarnya. Cuma ada kelemahan dalam teknik itu, kenapa bilyard yang dipilih. Yang agak logis settingannya kek. Pakai properti pos ronda dengan papan catur dan gelas berisi kopi kan bisa. Lebih cocok sama hutannya. Oke fix, saya percaya itu malaikat pemberi rezeki. Yang mendistrubusikan rezeki bagi siapa saja yang keluar dari selimutnya dan terjaga.
Akhirnya setelah berisitirahat sebentar di mushola kita memasuki medan yang cukup terjal dan tidak beraspal sehingga harus berjibaku dengan bebatuan runcing dan lumpur-lumpur bekas hujan. Sekedar info, ini sekaligus ujian bagi sopir yang tidak perlu saya sebutkan kalau dia baru dalam tahap belajar menyetir, sehingga untuk menaklukkan medan ini kita perlu orang lain, seorang sopir angkot yang terbiasa melayani penduduk melewati medan ini. Asyik! Ini Off Road!
Problem selanjutnya problem pribadi saya. Mules. Ini adalah kelebihan yang diberikan Tuhan kepada saya, yaitu asal bisa BAB lancar tiap pagi saya sudah cukup merasa menjadi manusia. Alhamdulillah begitu sampai di lokasi tempat yang saya tuju adalah kamar mandi. Langsung jongkok secepat kilat, keluarkan apa-apa yang memang seharusnya keluar dan tidak usah dipaksa. Begitu cukup lantas menyusul teman-teman ke tempat transit. Tidak usah mandi, karena sekali lagi mandi hanya untuk orang yang kurang percaya diri. Cukup menggosok gigi dan membasuh muka dengan air minum kemasan. Eksklusif kesannya.
Setelah penampilan cukup memukau, saya masukkan kedua tangan ke saku celana, kepala agak diangkat sedikit, berjalan, slow motion. Tapi problem belum selesai. Sekarang sound systemnya yang aduhai. Sudah. Pemusik kalau sound systemnya kurang cocok, kurang oke, mood langsung menguap entah kemana. Main di awal sudah nggak karu-karuan rasanya. Ndongkol, nyesek dada ini. Dandan keren percuma kalau ternyata kita sendiri tidak paham terhadap sound system. Oke beberapa lagu amburadul. Main tanpa hati, tanpa rasa.
Hingga akhirnya saat kedua mempelai datang menuju pelaminan, dan gendhing inipun mengalun....
Thola'al badru 'alayna
Min tsaniyyatil wada'
Wajabasy syukru 'alayna
Ma da'a lillahi da'
Min tsaniyyatil wada'
Wajabasy syukru 'alayna
Ma da'a lillahi da'
"ya Allah gembirakan hati kami, sebagaimana kegembiraan yang Engkau berikan kepada kedua mempelai, karena sesungguhnya kegembiraan mereka sama dengan kegembiraan kekasihMu...."
"ya Allah meski porakporanda tulang dan otot kami, ceriakan kami, ceriakan kami, sebagaimana begitu cerianya mereka menyambut kedatangan kekasihMu..."
"ya Allah meski sesak dada ini, meski hancur hati ini, lapangkan hati kami, luaskan cakrawala berfikir kami, meski kami seharusnya lebih pantas Engkau laknat daripada Engkau sayangi..."
"ya Allah kuatkan hati kami, teguhkan pendirian kami, bahwa sejatinya tidak ada energi terbaik yang tidak engkau berikan kepada kami...."
"ya Allah, kuatkan kuatkan kuatkan, karena apa-apa yang melemahkan, justru itulah yang menguatkan...."
Air mata menetes. Senyum mengembang, Kanjeng Nabi melambaikan tangan, Salammun 'alaik.....
Arga menepuk bahu, "Overtone!"
BalasHapusSelamat Datang di Website OM AGUS
Izinkan kami membantu anda
semua dengan Angka ritual Kami..
Kami dengan bantuan Supranatural
Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
Mengagumkan…Bisa Menerawang
Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
dengan sangat Membutuhkan
Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
1. Di Lilit Hutang
2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang
Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
berada Di blog yang sangat Tepat..
Kami akan membantu anda semua dengan
Angka Ritual Kami..Anda
Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
di jamin Tembus 100% silahkan:
Hub : (OM AGUS)
(085-399-278-797)
Adapun Besar Pergantian
Biayanya tergantung Paket Yang kami berikan