Langsung ke konten utama

Speed Siput

Sebenarnya tadi saya mau nulis dengan judul 'Energi Selingkuh'. Tapi takutnya nanti menciderai hati pembaca yang budiman maka saya tunda untuk mempublikasikan tulisan yang rawan kecaman dan cemoohan tersebut.
Mari sebelum kita menginjak-injak acara berikutnya ada baiknya sejenak kita menundukkan kepala dan mengucapkan dalam hati, semoga kalian memiliki pasangan yang loyal alias setia.
Sudah hampir setengah tahun ini, saya dan istri secara alamiah sepakat untuk menggunakan 1 hape berdua. Tidak ada konsepsi khusus semua terjadi begitu saja. Tidak ada masalah secara ekonomi. Karena sejak awal Januari sampai sekarang ini kami masih dalam tahap menimbang kira-kira hape apa yang cocok dengan karakter keluarga kami. Apakah yang sekedar kuat buat ML? Atau yang tidak perlu memakai ML? Atau yang bisa dengan nikmat ML di berbagai tempat?
Tak terasa sampai hampir setengah tahun ini kami berbagi menggunakan hape. Hape yang masih 3G. Nomor WA milik saya. Nomor untuk telpon dan sms GSM milik istri saya.
Ternyata ada asyiknya juga satu hape berdua. Terus kalau ada apa-apa LDR-an misalnya saya harus pergi menginap selama beberapa hari gimana? Ya nggak gimana-gimana. Semua bisa diatur. Semua bisa saling mengamankan hati masing-masing. Dan itu berkali-kali kami lakoni. Tapi bukan berarti kami anti teknologi kehidupan peradaban zaman sekarang. Nggak. Wong kami masih sering mengumpulkan brosur penjual hape kok.
Cuma kami malah bisa belajar. Ternyata kebutuhan itu bisa kok disesuaikan dengan kemampuan. Atau bahkan sebenarnya kemampuan itu bisa kok menyesuaikan kebutuhan. Contoh sebenarnya kami bisa banget ber-iphone ria berdua. Tapi apa kami butuh hape secepat itu untuk komunikasi? Kebutuhannya apa sih? Trading saham? Atau sekedar chat WA dan dan jualan di medsos aja? Atau yang gimana? Pixel kamera depan cukup 5 MP atau 23 MP atau bahkan yang VGA aja. Kami tinggal lihat kebutuhan kami yang mana. Kalau soal kemampuan jangan ditanya. Kami pasti mampu. Mampu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.
Ya kesannya sih kami ketinggal zaman. Speed kami seperti siput. Lelet dan lemot. Tapi justru dari kelemotan kami bisa belajar lebih sabar. Sabar terhadap keinginan. Supaya rezeki yang dititipkan kepada kami benar-benar amanah dan barokah sesuai dengan kebutuhan. Yang penting cukup. Cukup itu tidak selalu sedikit lho. Cukup itu bisa banyak juga. Cukup buat apa dulu. Ya kan?
Speed kami boleh seperti siput. Asal barokahnya tak pernah surut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grup Neraka, Pemilu Neraka

Oke. Untuk teman-teman yang baru hadir bisa mengambil tempat duduk yang disediakan. Di depan kalian sudah ada satu paket makanan kecil beserta air minum dalam kemasan. Mari kita berdialog dalam suasana yang santai, rileks, dan tidak ada curiga antara satu dengan yang lain meski baju yang teman-teman kenakan semuanya tidak ada satupun yang sama. Baju couple itu baju yang jelas-jelas beda antara satu dengan yang lainnya. Namun tatkala masing-masing kuat pendiriannya bahwa mereka berbeda satu sama lain justru itulah unsur utama penyatuan itu. Berpasangan itu jelas-jelas menyatukan unsur yang berbeda. Bukan menyatukan unsur yang sama. Sandal kanan pasangannya sandal kiri. Keduanya disebut sepasang sandal. Satu laki-laki satu perempuan keduanya disebut mempelai berdua. Satu aku satu kamu disebut dengan cinta. Mas panitia tolong dicek satu persatu jangan sampai tidak ada yang tidak mendapatkan snack. Karena teman-teman saya yang hadir disini mereka datang secara ikhlas. Jadi sedikit sna...

paHAMILah

Sudah hampir tujuh bulan ini perut istri saya membesar. Kadang konstraksi kecil. Kayak ada yang memukul-mukul dari dalam. Lucu rasanya. Jadi perempuan itu gitu ya? Bisa hamil. Membawa makhluk hidup di dalam perutnya selama lebih kurang 9 bulanan. Saya tanya sama istri saya, "Kayak gitu rasanya gimana? Bawa perut gede." "Sekarang ya berat. Kenapa?" "Nggak papa." Perempuan kalau hamil itu kayak punya gelombang positif berlapis-lapis. Katanya karena dibantu dari dalam. Pusat energinya double. Ada yang bilang sih, kalau hamil itu gampang lemes. Bawaannya pengen tidur. Saya pikir itu wajar. Butuh sering isi ulang daya. Toh tidurnya itu bukan karena alesan males. Perempuan hamil itu mendapat bermacam fasilitas. Baik dari Tuhan maupun dari manusia. Coba aja kalau nggak percaya. Yang jomblo itu kalau udah nikah nanti kan tau. Nggak perlu baper. Nggak perlu banyak konsep. Nggak perlu nyari bahagia. Nggak mesti kok nikah itu mesti bahagia. Nggak mesti seneng-se...