Langsung ke konten utama

Saat Aku Cem, Bu, Ru

Heran. Alien seperti saya ini juga bisa yang namanya cemburu. Apa gegara sering lihat alien-alien yang lain sudah menemu jodohnya, berkembang biak, lantas membentuk koloni baru ya? Alien-alien tersebut terlihat sangat bahagia bersama koloni masing-masing. Apalagi kalau yang baru saja menikah. Mereka mendapatkan hadiah yang bermacam-macam. Ada yang dapat pesawat terbaru, ada yang dapat markas baru, bahkan yang paling menyenangkan adalah mendapatkan voucher keliling alam semesta selama 700 tahun. Itu yang bikin saya iri. Iri seiri-irinya. Lebih iri daripada sekedar menjadi presiden. Jadi presiden mah gampang. Keliling alam semesta itu yang bikin saya setiap malam nggak bisa bobo. 

Adalah kebanggaan di kalangan kami, para alien dari jenis yang paling tampan, manakala bisa mengajak 'yang tercinta' keliling alam semesta. Iya, ada beberapa jenis atau golongan di dalam koloni kami. Dan saya, adalah salah satu alien dari golongan tampan. Tidak. Kami tak sempurna. Tampan bukan berarti sempurna. Tampan hanyalah satu unsur kecil pembentuk kesempurnaan itu. Sama halnya dengan cantik. Cantik tak selalu sempurna. Ingat ya. 

Nah, yang bikin saya pusing lagi adalah. Teman-teman alien dari golongan 'sedang-sedang saja' malah cepet menemu jodohnya. Tambah pusing lagi, mereka berhasil mendapatkan jodoh dari golongan 'cantik'. Tiap ketemu mereka rasanya hidup ini tak adil. Mereka yang sedang-sedang saja malah sudah membentuk koloni baru bersama yang cantik. 

"Hai Dik, sudah berapa?" 
"Apanya?" 
"Keturunanmu lah." 
"Ah, masih belum." 
"Belum. Aku saja yang cuma seperti ini sudah beranak pinak 700 ekor kok." 
"Oh selamat ya." 
"Masa golongan tampan ada yang sulit jodoh." 
"Uhmmm.." 
"Buruan, nanti keburu planet kita hancur lho. Mau pindah mana kamu?" 
"Bumi." 
"Halah. Bumi. Makhluknya bikin ribut terus sukanya. Ya udah yang penting kamu segera beranak pinak." 
"Iya." 

Untuk info, kami, alien, sekali melahirkan jumlahnya sekitar 700 ekor. Sehat semuanya. Ya campuran. Ada yang tampan ada yang cantik. Namun karena saking banyaknya, kami harus sering berpindah planet. Harus kontrak planet baru. Kalau bisa beli ya lebih baik beli planet baru. Kalau di bumi itu kayak kita tinggal sama mertua, tapi karena harus mandiri lalu pindah mencari kontrakan atau rumah baru. Kalau di bumi kelasnya masih rumah. 'Rumahku surgaku'. Kalau kami kelasnya sudah pindah planet. 'Planetku Surgaku'. Jadi kami harus benar-benar menjaga kelestarian alam planet kami. 

Namun akhir-akhir ini saya sering cemburu. Suka marah-marah nggak jelas. Padahal cemburu itu asalnya dari dalam diri saya sendiri. Terlalu banyak prasangka yang justru itu bisa membuat hubungan yang sedang saya jalin renggang. Pasti kalian nggak percaya dan bertanya-tanya, masa alien tampan yang cerdas namun memiliki konsentrasi rendah ini kok bisa cemburu. Iya teman-teman. Saya juga bertanya-tanya dalam hati. Akhirnya saya cari lagi. Ini cemburu atau apa. Pelan-pelan saya cerna, ternyata ini bukan cemburu. Ini adalah "aku sayang kamu" yang kurang diolah dengan benar sehingga menyebabkan kapasitas rindu yang berlebihan. Jadilah ia rasa ingin tahu yang dilapisi oleh kata "jangan-jangan". Sehingga yang ada hanyalah terkaan-terkaan emosional tanpa dasar. Karena memori otak kita lebih cepat menyerap dan menyimpan keburukan orang lain. Kita lebih suka mengingat kebaikan diri kita sendiri daripada kebaikan orang lain. Sehingga kita selalu dan merasa perlu untuk terus berupaya menunjukkan segala kesalahannya. Pun bahkan terhadap orang yang kita cintai. Itu kenapa, black campaign sangat laku di sini. 

Begitu teman-teman. Ini salah satu permohonan maafku. Karena yang selalu ku ingat keburukan, kesalahan, dan kejelekanmu. Maaf maaf maaf, aku sempat cemburu.... Aku masih belajar mencintai dengan baik, benar, dan indah.... 

*nyalain pesawat kembali ke planet asal, hatiku.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lamaran Laa Roibafiih

Di suatu tempat yang sunyi, tersebut lah salah seorang pemuda yang sedang dirundung pilu. Di tengah-tengah kegelapan yang merubungnya dia tak mau membuka mata. Terpejam sampai tak tahu kapan waktunya. Meringkuk ia di sana. Rambutnya sangat kusut. Pakaiannya juga tak pernah berganti. Bau asam menyeruak dari tubuhnya. Bahkan ia sudah tak bisa melihat beda, mana makanan mana kotoran. Juga hati yang tak mengerti mana jeda, mana kesempatan, dan mana kerterburuan..... Hingga secercah cahaya datang. Cahaya yang kecil tapi cukup menenangkan. Cahaya yang dibawa seorang perempuan. Cahaya yang terpancar dari senyum simpulnya. Cahaya yang mungkin tak akan pernah padam atau dipadamkan. Cahaya yang jumlah tidak hanya 99. Cahaya yang berisi penuh dengan harapan. Tangan terjulur menawarkan kesegaran alur. Uluran yang sangat sayang untuk dilewatkan.  "Kemarilah. Ku temani kamu berjuang." perempuan itu berkata seraya wajahnya diterangi cahaya. "Kamu, mau menemaniku?" pemud...

Reposisi Kegembiraan Nabi

Ini hal yang cukup menggembirakan. Sangat menggembirakan. Iya. Benar-benar menggembirakan. Bagi orang yang tidak punya predikat bahkan pekerjaan apapun ini, 'diajak' kemana-mana adalah hal yang menggembirakan. Saya sudah tidak perlu bersusah payah menjadwal diri saya harus bangun jam sekian, harus makan jam sekian, harus mandi jam sekian, harus ke kantor jam sekian. Karena itu saya malah alhamdulillah. Tidak ada tanggungan apa-apa. Jadi kemana-mana saya ngikut saja sama ajakan teman-teman. Saya tidak punya pendirian yang kuat sebagai laki-laki? Iya, kalau cara berfikirmu lahiriyah. Kalau rohaniyah kamu akan menemukan hal-hal baru jika berinteraksi dengan spesies sejenis saya ini. Nggak percaya? Ketemuan yuk! Sambil ngopi-ngopi gitu. Ngemil-ngemil. Berdua aja sih. Khusus perempuan tapi. Nggak. Becanda. Saya percaya saja bahwa orang-orang yang mengajak saya keliling kemana-mana itu orang-orang baik dan disayang sama Allah sama Rosul. Karena diantara teman-teman, saya adalah yang...

Puasa Tidak Kuat

Ini sudah masuk pergantian tahun Islam dan Jawa. Biasanya paling enak kalau mengingat-ingat masa lalu. Kalau ada yang baru, biasanya yang lama malah bikin rindu. Sedikit membongkar-bongkar file-file usang. Tapi saya tidak akan membahas tentang manuskrip kuno saya yang dari abad ke-4 sampai sekarang belum berhasil saya selesaikan. Huruf depannya S belakangnya I. Betul! SAPI! Skripsi skripsi! Itu barang teraneh yang pernah saya temui dalam hidup. Semoga Desember ini kelar. Februari 2013 bisa ikut adek-adek lima atau enam tingkat di bawah saya wisuda. Nanti gelarnya Sarjana Masbuk saja, tidak usah Sarjana Seni (S.Sn). "Saya nikahkan Didik Wahyu Kurniawan Sarjana Masb..... Lho ini nggak salah?" "Apa pak?" "Ini?! Mana ada gelar Sarjana Masbuk? Jangan guyon ah dek!" "Ada pak penghulu. Serius. Nih!" menyodorkan buku Sarjana Masbuk. Sombong dikit lah. Sekali-kali. Iya, bulan puasa lalu hampir tidak ada catatan. Sayang sekali memang. Tapi a...