Langsung ke konten utama

Revisi Untuk Jobless

Ini tentang penglihatan yang selalu salah. Salah tempat, salah momentum, salah ukuran, dan salah validasi. 

Saat saya melihat papan reklame bahwa Miss Universe 2012 Olivia Culpo dari Amerika Serikat akan berkunjung ke Yogyakarta, bayangan saya, dia akan datang turun dari pesawat yang super canggih dan tidak pernah ada di bumi ini. Dengan kata lain itu pesawat produk non-bumi. Alien? Bukan! Saya menyebutnya makhluk non-bumi. Lebih bisa diterima di Indonesia. Kenapa saya sampai seperti itu. Lagi-lagi penglihatan saya terganggu oleh kata 'universe'. Ini mau sampai kapan makhluk bumi melakukan klaim besar-besaran sampai seolah-olah jagad raya ini isinya hanya bumi, matahari, dan bulan. Kalau pemilihan ratu sejagad, seharusnya kontingen dari Mars, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan dari galaksi luar bima sakti semuanya ikut. Barulah fair dan layak untuk disebut sebagai pemilihan ratu sejagad. Nah setiap pemenangnya berhak untuk melakukan lawatan antar galaksi. Syukurlah kalau yang beruntung menjadi pemenang adalah makhluk bumi. Apalagi wanita dari Indonesia. Sehingga dia layak mendapat sebutan wanita Indonesia pertama yang berhasil melakukan perjalanan antar galaksi. Bukan sekedar perjalanan spiritual. Perjalanan spiritual itu sudah biasa. Manusia makhluk bumi sudah hafal, sampai bosen melakukan perjalanan-perjalanan spiritual. Wisata saja ada yang wisata religi kok. Mudah saja kalau untuk urusan perjalanan spiritual. Ini perjalanan antar galaksi. 

Tentu saja tidak mudah untuk menjadi Miss Universe veri 'bayangan' saya ini. Tidak sekedar cantik, tapi juga menguasai bahasa universal. English? Mungkin bisa. Tapi tidak cukup. Karena para juri juga dari berbagai planet yang ada. Tak terbayangkan lagi betapa bangganya orang Indonesia jika ada salah satu warganya terpilih sebagai juara di ajang yang bergengsi ini. Fashion? Jangan samakan dengan yang sudah-sudah. Kalau sekedar bikini nggak level. Pakaiannya harus super canggih juga. Pakaian yang bisa beradaptasi dengan seluruh planet dijagad raya ini. Tidak hanya sekedar trendy tapi sekaligus menjadi pelindung, dalam artian sebenar-benarnya pelindung. Cantiknya tetep. Cerdasnya tetep. Oksigennya juga tetep. Aurat sudah pasti terjaga semua. Kalau mau seluruh tubuhnya kena radiasi ya silahkan pakai bikini.

Lagi. 
Pernah merasa kesel pas lagi di jalan? Macet mungkin? Diserobot orang? Hampir terjatuh diserempet orang? Kendaraan di depan ngerem tiba-tiba? Ada yang buang puntung rokok yang masih menyala sembarangan dan hampir mengenai tangki bensin kendaraan kita? Hampir terkena ludah? Kena kotoran burung? Lubang yang tak terlihat karena kita sudah tergesa? Penyeberang yang asal menyeberang? Kendaraan umum yang berhenti sesuka sopirnya? Ada yang buang bungkus plastik atau kulit jeruk? Pas kena muka? Tiba-tiba hujan padahal kendaraan baru saja selesai dicuci? Kebelet sudah tidak kuat menahan mau berak? Ngebut takut telat? Kena cipratan air dari kendaraan yang lebih mewah? Kesel? Kalau saya iya. Sangat kesel sekali. Kesel banget. Kesel stadium 57,6. Tapi ini jenis kesel yang aneh. Mau marah? Sama siapa? Ngomel sepanjang 3 km? Yang dengar siapa kalau kita ngomel di jalanan? Bisa puas gitu kalau ngomel di jalanan?  Menepi dulu terus up date status? Twitter? Emang bisa lega mengumpat dengan 140 karakter? Saya kesel, tapi karena penglihatan saya selalu salah jadi saya pending keselnya. Kayak gitu kok kesel. Jalanan Idonesia masih seperti itu. Mau dikata apalagi coba?

Kesel itu kalau kita suka sama seseorang, benar-benar suka, tapi tidak berani menyatakan perasaan sampai bertahun-tahun memendam perasaan itu. Tahunya pokoknya asal bisa lihat wajahnya, syukur nonton, syukur makan bareng, syukur ngobrol dari hati ke hati itu sudah cukup. Hingga di suatu saat kita akhirnya mendengar bahwa dia sudah menikah dengan orang lain. Belum. Kayak gitu sih belum bikin kesel. Nah kita tahunya, dia jadi istri atau suami muda. Itu masih agak kesel sedikit. Setelah tidak ada kabar, ternyata dia tiba-tiba masuk tivi, koran, berita-berita online, wajahnya terpampang dimana-mana kena tangkap oleh KPK meskipun bukan sebagai tersangka utama. Itu baru kita kesel stadium 60. Padahal dia yang kita kenal sebelumnya adalah pribadi yang baik. Sholeh atau sholehah dan berprestasi memiliki gelar sebagai putri apa atau ketua apa atau bendahara apa. Mau merasakan hal semacam itu? Bagi saya yang lemah mental ini lebih baik tidak usah saja. Terima kasih kalau untuk urusan yang satu itu.

Ini.
Untuk urusan revisi skripsi saja saya harus pontang panting kesana kemari seperti anak ayam yang kehilangan induknya apalagi ngurusi miss universe sama keselnya ati kayak di atas itu. Belum lagi predikat Jobless yang melekat. Iya iya pengangguran. Maunya biar dikira keren saja. Kita kan kalau sudah pakai bahasa yang konon katanya universal itu derajat kita naik beberapa tingkat. Saya mau jawab dengan menggunakan kata itu  (Jobless) kalau ketemu orang-orang.
"Dimana sekarang?"
"Ada di itu."
"Posisinya?"
"Jobless."
"Apa itu? Toples?"
"Bukan. Kerjaannya itu seolah-olah kita sedang tidak bekerja. Atau pura-pura tidak bekerja."
"Yang gimana itu?"
"Ah sudahlah. Makan yuk! Aku yang bayarin tenang aja! Jobless gajinya gede."

Sepertinya bakal mujarab teknik ini. Apa? Ikutan mizz universe? Woy! Ide bagus itu! Tapi bukan mizz universe juga kali. Lebih tepatnya Mr. Universe. Whoooooo..... Keren pasti. Saya bakal menang. Karena saya adalah Jobless. Yang paling banyak waktu luang! Bagus-bagus! Dapat darimana ide itu? Setelah baca paragraf pertama tadi? Sip deh! Itu baru pembaca yang keren. Bentar-bentar. Kayaknya sudah ada deh. Basi itu. Itu kan sejenis penghargaan olah raga cabang binaraga? Nggak jadi ikut deh. Tubuh cuma kulit, tulang, dosa, dan kenangan mantan, gini masa suruh ikutan kontes bergengsi kayak gitu. 

Udah deh disyukuri aja jadi Jobless nya. Karena penghilatan saya selalu salah dalam memandang apapun, jadi mungkin Jobless ini juga ada yang salah dan harus direvisi. Jobless itu bukan sekedar pengangguran. Jobless itu Jomblo Blessed.... Artinya... Jomblo yang diberkati.

Iya sih, tetep aja masih jomblo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grup Neraka, Pemilu Neraka

Oke. Untuk teman-teman yang baru hadir bisa mengambil tempat duduk yang disediakan. Di depan kalian sudah ada satu paket makanan kecil beserta air minum dalam kemasan. Mari kita berdialog dalam suasana yang santai, rileks, dan tidak ada curiga antara satu dengan yang lain meski baju yang teman-teman kenakan semuanya tidak ada satupun yang sama. Baju couple itu baju yang jelas-jelas beda antara satu dengan yang lainnya. Namun tatkala masing-masing kuat pendiriannya bahwa mereka berbeda satu sama lain justru itulah unsur utama penyatuan itu. Berpasangan itu jelas-jelas menyatukan unsur yang berbeda. Bukan menyatukan unsur yang sama. Sandal kanan pasangannya sandal kiri. Keduanya disebut sepasang sandal. Satu laki-laki satu perempuan keduanya disebut mempelai berdua. Satu aku satu kamu disebut dengan cinta. Mas panitia tolong dicek satu persatu jangan sampai tidak ada yang tidak mendapatkan snack. Karena teman-teman saya yang hadir disini mereka datang secara ikhlas. Jadi sedikit sna...

Speed Siput

Sebenarnya tadi saya mau nulis dengan judul 'Energi Selingkuh'. Tapi takutnya nanti menciderai hati pembaca yang budiman maka saya tunda untuk mempublikasikan tulisan yang rawan kecaman dan cemoohan tersebut. Mari sebelum kita menginjak-injak acara berikutnya ada baiknya sejenak kita menundukkan kepala dan mengucapkan dalam hati, semoga kalian memiliki pasangan yang loyal alias setia. Sudah hampir setengah tahun ini, saya dan istri secara alamiah sepakat untuk menggunakan 1 hape berdua. Tidak ada konsepsi khusus semua terjadi begitu saja. Tidak ada masalah secara ekonomi. Karena sejak awal Januari sampai sekarang ini kami masih dalam tahap menimbang kira-kira hape apa yang cocok dengan karakter keluarga kami. Apakah yang sekedar kuat buat ML? Atau yang tidak perlu memakai ML? Atau yang bisa dengan nikmat ML di berbagai tempat? Tak terasa sampai hampir setengah tahun ini kami berbagi menggunakan hape. Hape yang masih 3G. Nomor WA milik saya. Nomor untuk telpon dan sms GSM mil...

paHAMILah

Sudah hampir tujuh bulan ini perut istri saya membesar. Kadang konstraksi kecil. Kayak ada yang memukul-mukul dari dalam. Lucu rasanya. Jadi perempuan itu gitu ya? Bisa hamil. Membawa makhluk hidup di dalam perutnya selama lebih kurang 9 bulanan. Saya tanya sama istri saya, "Kayak gitu rasanya gimana? Bawa perut gede." "Sekarang ya berat. Kenapa?" "Nggak papa." Perempuan kalau hamil itu kayak punya gelombang positif berlapis-lapis. Katanya karena dibantu dari dalam. Pusat energinya double. Ada yang bilang sih, kalau hamil itu gampang lemes. Bawaannya pengen tidur. Saya pikir itu wajar. Butuh sering isi ulang daya. Toh tidurnya itu bukan karena alesan males. Perempuan hamil itu mendapat bermacam fasilitas. Baik dari Tuhan maupun dari manusia. Coba aja kalau nggak percaya. Yang jomblo itu kalau udah nikah nanti kan tau. Nggak perlu baper. Nggak perlu banyak konsep. Nggak perlu nyari bahagia. Nggak mesti kok nikah itu mesti bahagia. Nggak mesti seneng-se...