Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

More Than PNS

2012 mau habis ya katanya? Percaya kalau 2013 nanti masih ada kehidupan di bumi? Atau percaya kalau 2050 nanti makhluk Tuhan yang katanya paling sempurna ini akan melakukan ekspansi besar-besaran ke planet Mars? Saya? Saya besok saja mau berbuat apa saja saya tidak tahu. Kok berani-beraninya meramalkan soal kehidupan tahun 2013. Apa? Resolusi? Resolusi apa? Saya merasa hidup saya tak pernah buntu. Itu kan untuk manusia-manusia yang punya visi dan misi yang jelas dalam hidupnya. Jadi kalau targetnya tidak tercapai dianggap gagal, atau buntu. Ada sih ada target. Ya buat hiburan saja kalau-kalau saya masih hidup lama. Kan nggak ngerti besok bagian dari tubuh saya yang gatal sebelah mana? Bisa kepala, bisa pas di siku, bisa setengah centimeter pas di bawah mata? Tahunya kan begitu gatal langsung digaruk. Pengetahuan saya sangat-sangat terbatas bahkan untuk satu detik ke depan, apalagi untuk satu tahun ke depan. Ngomong-ngomong soal target, pura-puranya saya mau menargetkan diri saya s...

Reposisi Kegembiraan Nabi

Ini hal yang cukup menggembirakan. Sangat menggembirakan. Iya. Benar-benar menggembirakan. Bagi orang yang tidak punya predikat bahkan pekerjaan apapun ini, 'diajak' kemana-mana adalah hal yang menggembirakan. Saya sudah tidak perlu bersusah payah menjadwal diri saya harus bangun jam sekian, harus makan jam sekian, harus mandi jam sekian, harus ke kantor jam sekian. Karena itu saya malah alhamdulillah. Tidak ada tanggungan apa-apa. Jadi kemana-mana saya ngikut saja sama ajakan teman-teman. Saya tidak punya pendirian yang kuat sebagai laki-laki? Iya, kalau cara berfikirmu lahiriyah. Kalau rohaniyah kamu akan menemukan hal-hal baru jika berinteraksi dengan spesies sejenis saya ini. Nggak percaya? Ketemuan yuk! Sambil ngopi-ngopi gitu. Ngemil-ngemil. Berdua aja sih. Khusus perempuan tapi. Nggak. Becanda. Saya percaya saja bahwa orang-orang yang mengajak saya keliling kemana-mana itu orang-orang baik dan disayang sama Allah sama Rosul. Karena diantara teman-teman, saya adalah yang...

Seminar Pintu Orgasme

Ini bukan reportase atau diam-diam ber-reportase atau pura-pura tidak sedang ber-reportase. Anggap ini kenang-kenangan kecil dari saya untuk rekan-rekan saya di Komunitas Pintu Indonesia, Solo. Ada yang ngganjel dengan cara penulisan saya itu? Kok Indonesia dulu, yang notabene teritorial wilayah administratif dan kekuasaan jauh lebih besar daripada Solo, tapi seolah-olah malah Indonesia terasa lebih sempit dan menjadi bagian dari peta sejarah Solo. Seharusnya kan skema kepenulisan alamat biasanya dari wilayah tersempit dulu baru ke wilayah yang lebih luas. Desa, kecamatan, kabupaten, porpinsi, baru negara. Berarti seharusnya Komunitas Pintu Solo, Indonesia. Tapi saya sendiri lebih suka penulisan yang pertama tadi. Didik W.Kurniawan, tempat lahir: Indonesia, Pati. Jadi enak kalau ditanya orang tidak perlu susah susah menjawab dan berbusa-busa mulutnya serta cukup untuk menjadi bukti bahwa saya adalah orang yang senatiasa menjunjung tinggi rasa nasionalisme. "Asli mana mas?...

Percepatan Skripsi

Beberapan bulan lalu, saya memecahkan rekor dalam hidup saya sendiri. Seumur-umur, saya adalah pecinta buku diskon. Tak peduli isinya seperti apa, asal murah, di bawah 20 ribu saya beli. Syukur-syukur dapat yang harga 5 ribuan. Sebagian adalah novel atau kumcer, kumpulan cerpen. Atau essay. Kan ada tuh kumpulan-kumpulan essay orang-orang pinter yang dulu di awal terbit harganya mencapai 50 ribuan tapi setelah sekian tahun turun menjadi 20-25 ribuan. Agak ketinggalan sih, tapi tak apa. Itung-itung persiapan untuk anak cucu. Katanya harta peninggalan yang utama adalah ilmu. Emang ada hubungan buku dengan ilmu? Oh kalau tidak, mungkin bisa untuk persiapan membuat perpustakaan kecil-kecilan. Siapa tahu bermanfaat untuk banyak orang. Atau kalau nggak, kalau misal kepepet bukunya sudah tidak pernah dibaca lagi, bisa dijual loakan. Atau sekalian diberikan kepada penjual nasi bungkus supaya lebih bermanfaat. Tapi sepertinya saya tidak tega memperlakukan buku seperti itu. Bagaimana pun, ia (bu...

Nasyid dan Blues

Badan ini masih nggak karu-karuan rasanya. Hari minggu kemaren hari yang cukup memerlukan banyak energi. Seharian saya menemani teman-teman dari Blues Brother Solo (BBS) ke Jogja, sebagai kontingen dari Solo untuk menghadiri pesta musik blues gede-gedean yang diadakan teman-teman Jogja Blues Forum. Acara itu dihelat selama dua hari berturut-turut. Tanggal 1 dan 2 desember 2012. Dari siang hingga malam. Teman-teman BBS dapat jadwal hari kedua. Acara bertajuk Why Blues itu dihadiri banyak band blues dan komunitas-komunitas blues area pula Jawa. Menghadirkan pula bintang tamu seperti Adrian Adhieutomo, Gugun Blues Shelter dan Ginda and The White Flowers. Saya? Ikut main? Nggak lah. Bisa apa saya? Kalau disuruh jual gitar sih masih bisa. Kalau suruh maen ya angkat tangan saya. Apalagi musik blues yang butuh penjiwaan luar biasa menurut saya. Iya. Saya cuma ingin klangenan saja bersama teman-teman yang hampir dua tahunan sudah nggak kumpul ini. Tahun 2010 saya sering menemani mereka n...