Langsung ke konten utama

Suami Magang

Iya. Liburan bagi kami adalah saat yang tepat untuk mengunjungi sanak famili. Namun kali ini kami memanfaatkan liburan dengan cara yang bagi sebagian orang mungkin cukup aneh. Teman sekantor cukup kaget mendengar rencana liburan kami. Respon yang muncul adalah
"Kok bisa?!" Dengan ekspresi muka seperti melihat alien jualan nasi liwet di perempatan.
"Aku ke Pati. Istri ke Kebumen. Iya bisa saja." Respon saya biasa. Sebiasa melihat birokrasi njlimet di Indonesia.
Tapi ya begitu cerita saya. Sesekali boleh kita mengambil jeda. Dan liburan adalah saat yang tepat untuk mengambil jeda itu. Termasuk mengambil jeda untuk bertatap muka dengan istri. Jeda itu salah satu penyebab rindu. Dan rindu adalah bibit unggul untuk cinta.
Awalnya istri sangsi.
"Nanti kalau ditanya keluarga atau saudara yang lain gimana jawabnya?"
"Iya dijawab apa adanya. Ayah kan juga harus ngurus pajak motor. Bunda kangen sama keluarga Kebumen. Jadi ya memang harus dibagi."

Selain itu saya juga sudah lama tidak mengunjungi keluarga Pati. Pun saya juga jarang menelpon ke rumah. Jadi tak apalah jika saya harus pulang ke Pati tanpa istri.
Dari arah Solo sengaja saya mengambil jalur barat. Jalur menuju Semarang. Ada ketakutan yang harus saya maui. Karena di jalur inilah sekitar setahun yang lalu saya dan istri mengalami peristiwa yang tentu kalian sudah mengetahui dan sudah sering saya ceritakan. Saya harus lewat jalur ini. Dan harus menaiki bus yang sama. Royal Safari. Juga harus duduk di tempat duduk yang sama. Tengah agak belakang di deret kursi paling kanan. Saya harus mau menerima kenangan kesakitan itu secara berulang-ulang hingga saya benar-benar tersenyum dari kedalaman batin karena sudah tak tersisa lagi rasa sakit. Jalur Tengaran hingga perempatan lampu merah barat RSUD Salatiga. Saya menyebutnya dengan 'Jalur Keberangkatan Dedek'.
Baru setelah melewati jalur itu saya bisa tertidur pulas. Mungkin lelah karena harus berjibaku melawan diri sendiri. Setiap orang diberi kemampuan untuk bertarung dengan dirinya sendiri. Tentu membutuhkan cukup banyak energi.
Sebagai orang yang baru menyandang gelar suami, saya masih dan harus selalu berlatih untuk mau mengalahkan diri sendiri. Termasuk mau melakukan liburan yang aneh ini. Karena terkadang liburan itu seperti berbuka puasa. Kalau tidak dikontrol dan dimanfaatkan dengan baik jadilah ia pelampiasan yang menyedot dan menghabiskan banyak energi. Banyak orang sakit setelah liburan. Banyak orang sakit justru di tengah puasa. Banyak yang tambah berkali lipat stress nya setelah liburan.
Dua hari sebelum liburan teman-teman nasyid berkumpul dan berlatih di kontrakan saya. Tiba-tiba ada yang nyeletuk,
"Kamu nikah udah berapa tahun? Aku udah sembilan tahun. Nggak kerasa."
"Kalau kamu berapa tahun Dik?"
"Aku dua tahun aja belum mas. Masih Suami Magang ini. Belum seperti kalian. Kalau kalian-kalian kan Suami Sertifikasi."
Tapi memang ada suami magang? Aneh-aneh saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grup Neraka, Pemilu Neraka

Oke. Untuk teman-teman yang baru hadir bisa mengambil tempat duduk yang disediakan. Di depan kalian sudah ada satu paket makanan kecil beserta air minum dalam kemasan. Mari kita berdialog dalam suasana yang santai, rileks, dan tidak ada curiga antara satu dengan yang lain meski baju yang teman-teman kenakan semuanya tidak ada satupun yang sama. Baju couple itu baju yang jelas-jelas beda antara satu dengan yang lainnya. Namun tatkala masing-masing kuat pendiriannya bahwa mereka berbeda satu sama lain justru itulah unsur utama penyatuan itu. Berpasangan itu jelas-jelas menyatukan unsur yang berbeda. Bukan menyatukan unsur yang sama. Sandal kanan pasangannya sandal kiri. Keduanya disebut sepasang sandal. Satu laki-laki satu perempuan keduanya disebut mempelai berdua. Satu aku satu kamu disebut dengan cinta. Mas panitia tolong dicek satu persatu jangan sampai tidak ada yang tidak mendapatkan snack. Karena teman-teman saya yang hadir disini mereka datang secara ikhlas. Jadi sedikit sna...

Speed Siput

Sebenarnya tadi saya mau nulis dengan judul 'Energi Selingkuh'. Tapi takutnya nanti menciderai hati pembaca yang budiman maka saya tunda untuk mempublikasikan tulisan yang rawan kecaman dan cemoohan tersebut. Mari sebelum kita menginjak-injak acara berikutnya ada baiknya sejenak kita menundukkan kepala dan mengucapkan dalam hati, semoga kalian memiliki pasangan yang loyal alias setia. Sudah hampir setengah tahun ini, saya dan istri secara alamiah sepakat untuk menggunakan 1 hape berdua. Tidak ada konsepsi khusus semua terjadi begitu saja. Tidak ada masalah secara ekonomi. Karena sejak awal Januari sampai sekarang ini kami masih dalam tahap menimbang kira-kira hape apa yang cocok dengan karakter keluarga kami. Apakah yang sekedar kuat buat ML? Atau yang tidak perlu memakai ML? Atau yang bisa dengan nikmat ML di berbagai tempat? Tak terasa sampai hampir setengah tahun ini kami berbagi menggunakan hape. Hape yang masih 3G. Nomor WA milik saya. Nomor untuk telpon dan sms GSM mil...

paHAMILah

Sudah hampir tujuh bulan ini perut istri saya membesar. Kadang konstraksi kecil. Kayak ada yang memukul-mukul dari dalam. Lucu rasanya. Jadi perempuan itu gitu ya? Bisa hamil. Membawa makhluk hidup di dalam perutnya selama lebih kurang 9 bulanan. Saya tanya sama istri saya, "Kayak gitu rasanya gimana? Bawa perut gede." "Sekarang ya berat. Kenapa?" "Nggak papa." Perempuan kalau hamil itu kayak punya gelombang positif berlapis-lapis. Katanya karena dibantu dari dalam. Pusat energinya double. Ada yang bilang sih, kalau hamil itu gampang lemes. Bawaannya pengen tidur. Saya pikir itu wajar. Butuh sering isi ulang daya. Toh tidurnya itu bukan karena alesan males. Perempuan hamil itu mendapat bermacam fasilitas. Baik dari Tuhan maupun dari manusia. Coba aja kalau nggak percaya. Yang jomblo itu kalau udah nikah nanti kan tau. Nggak perlu baper. Nggak perlu banyak konsep. Nggak perlu nyari bahagia. Nggak mesti kok nikah itu mesti bahagia. Nggak mesti seneng-se...