Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Mie Ayam Bi Ghoiri Hisaab

Ini syawal. Katanya ada puasa sunnah 6 hari. Yang katanya pula ada ganjaran setara dengan setahun puasa. Saya mendapat kabar kayak gitu dari karyawan sekolah yang tugasnya saban hari membuatkan teh bagi seluruh guru dan karyawan sekolah tempat saya absen pagi sekarang. Selalunya begitu. Ada syarat yang harus dilakoni, yang tentu saja syarat itu nggak enak. Wong sudah sebulan puasa kok ditambahi lagi 6 hari. Saat-saat di mana-mana banyak tersedia makanan kok malah disuruh puasa. Kalau pas ramadhan enak. Hampir semua kompak untuk tidak mengumbar makanan. Bahkan ada yang menutup sebagian warungnya supaya orang yang berpuasa tidak tergoda. Gitu sih enak. Lha ini syawal e. Makanan 'sak nggon-nggon' dan itu lezat semua e. Kok disuruh 'menolak'. Tantangan orang puasa syawal itu bukan hanya secara pribadi datang dari nafsu atau keinginan untuk makan tapi juga tantangan secara sosial. Di mana kita akan semakin nggak enak hati jika kita seolah-olah menolak apa yang sudah disediak...

Pria Hampa Udara

"Mungkin hanya peristiwa kecil dan sederhana yang ku tulis. Namun jika ada 'kamu' di dalamnya, itu sudah lebih dari segalanya..."  Saya akan mengisahkan sedikit hal yang saya alami beberapa hari kemarin. Iya sedikit saja karena saya ini bukan orang penting. Peristiwa-peristiwa besar di negara ini tidak begitu menarik perhatian saya. Pilpres, debat capres, black campaign, atau yang sejenisnya, adalah hal-hal yang sampai saat ini saya belum mampu memahaminya. Jadi kalau saya tidak menentukan pilihan, jangan lantas anggap saya golput. Karena orang yang memutuskan golput pasti sudah melakukan analisis yang mendalam berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keilmuwan. Sedangkan saya, saya memang tidak mengerti dengan itu semua. Saya butuh waktu untuk memahami sistem negara ini. Mungkin sekitar empat atau lima ratus tahun lagi.  Pembukaan catatan ini kurang menggigit ya? Malah bikin dahi mengernyit ya? Iya sih saya memang nggak ada pantes-pantesnya ngomongin hal-hal kayak gitu....

Saat Aku Cem, Bu, Ru

Heran. Alien seperti saya ini juga bisa yang namanya cemburu. Apa gegara sering lihat alien-alien yang lain sudah menemu jodohnya, berkembang biak, lantas membentuk koloni baru ya? Alien-alien tersebut terlihat sangat bahagia bersama koloni masing-masing. Apalagi kalau yang baru saja menikah. Mereka mendapatkan hadiah yang bermacam-macam. Ada yang dapat pesawat terbaru, ada yang dapat markas baru, bahkan yang paling menyenangkan adalah mendapatkan voucher keliling alam semesta selama 700 tahun. Itu yang bikin saya iri. Iri seiri-irinya. Lebih iri daripada sekedar menjadi presiden. Jadi presiden mah gampang. Keliling alam semesta itu yang bikin saya setiap malam nggak bisa bobo.  Adalah kebanggaan di kalangan kami, para alien dari jenis yang paling tampan, manakala bisa mengajak 'yang tercinta' keliling alam semesta. Iya, ada beberapa jenis atau golongan di dalam koloni kami. Dan saya, adalah salah satu alien dari golongan tampan. Tidak. Kami tak sempurna. Tampan bukan berarti s...