Sekitar Februari tahun 2020, sebelum Indonesia benar-benar dinyatakan terinfeksi Corona, Teras Baca ada. Ceritanya waktu itu, sepanjang jalan di depan kontrakan kami, oleh pemerintah daerah setempat disulap menjadi arena Car Free Day. Iya. Jalan yang lebh kurang memiliki lebar 4 meter, yang kalau ada dua mobil papasan, salah satu harus mengalah, pada setiap hari Minggu ditutup. Tidak boleh ada satu kendaraan bermotor yang lewat. Secara teknis sama dengan apa yang diterapkan di jalan protokol di beberapa kota di Indonesia. Ini jelas mendatangkan peluang secara ekonomi bagi penduduk desa Purbayan dan sekitarnya. Masyarakat banyak yang memanfaatkan peluang untuk berdagang. Termasuk, istri saya. Sambil nyambi jualan apa saja barang yang layak dijual. Salah satunya buku anak dengan harga di bawah sepuluh ribuan. Merespon kesempatan itu, kami berdua diskusi kecil. Apa mungkin ya kami membuat semacam tempat pustakan kecil dengan buku-buku dengan harga di bawah sepuluh ribuan itu? Free...
Coretan Ngawur Hati Yang Hampir Hancur