"Ini bukan tentang apa-apa yang membuatku menderita. Tapi sebaliknya..." Siang itu sepulang dari masjid dengan mimik wajah orang kepanasan, saya kembali ke sekolah. Kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Namun jam kerja untuk karyawan dan guru baru berakhir menjelang ashar nanti. Entah kenapa cuaca di sekitar sekolah ini panas. Makanya dulu ketika HRD sekolah ini tanya kepada saya mengenai harapan atau apa yang akan saya lakukan terhadap sekolah ini jawaban saya agak sedikit hampir saja mendekati, aneh. "Pak Didik, apa harapan Pak Didik untuk sekolah ini?" tanya beliau. "Apa Bu? Harapan? Maksudnya?" Saya sengaja mengulang pertanyaan sebagai upaya untuk mengulur waktu dengan harapan saya bisa berfikir jawaban apa yang tepat yang akan saya berikan. Namun hal itu sia-sia. Saya tak menemukan jawaban normatif atau akademis atau intelektualis atau apalah sewajarnya orang berpredikat guru. "Iya Pak Didik. Apa yang akan lakukan Pak Didik di seko...
Coretan Ngawur Hati Yang Hampir Hancur