Ceritanya begini. Namun sebelum saya melanjutkan lebih jauh catatan ini, sepertinya saya harus lebih berhati-hati jika mau menuangkan ide dalam sebuah tulisan. Apalagi judulnya sudah menunjukkan ambisiusitas level 365 seperti itu. Seandainya... Aku... Kepala... Sekolah... Sebuah judul yang memiliki kadar keoptimisan yang tiada bandingnya mengingat saya saat ini hanyalah seorang guru yang baru melakoni satu bulan masa percobaan. Meski saya sendiri juga kurang begitu paham dengan posisi kepala sekolah karena menurut saya posisi guru sudah memiliki kemuliaan yang luar biasa dahsyatnya, lha kok ini ada satu posisi yang berada di atas guru yaitu kepala sekolah. Sekali lagi ingat, saya masih dalam masa percobaan. Jadi menjadi guru adalah cobaan bagi saya. Dan saya menganggap itu bukan cobaan yang remeh temeh. Melainkan cobaan yang luar biasa beratnya. “Mas sekarang di mana?” “Ngajar mas.” “Jadi guru?” “Semacam itulah mas.” “Jadi guru itu tanggung jawabnya berat lho.” “Nggak ha...
Coretan Ngawur Hati Yang Hampir Hancur