Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Penyakit dan Orang Tua

Lagi-lagi saya harus memetakan tubuh saya sendiri, memahami anatomi tubuh saya sendiri. Meskipun sudah tua begini, sampai sekarang saya belum khatam terhadap tubuh saya sendiri. Agak repot juga. Makanya sekarang saya harus lebih sering meneliti tubuh saya sendiri daripada menelaah tubuh orang lain. Egois? No. Jangan secepat itu menyimpulkan sesuatu, karena ini bukan sekedar tali yang dapat dengan mudah disimpulkan begitu saja. Egois itu seolah kita mengerjakan sesuatu untuk orang lain, tapi sejatinya itu untuk kepentingan diri sendiri. Jadi kalau niatnya untuk orang lain ya dikerjakan semaksimal mungkin untuk orang lain. Perkara nanti kita kena imbasnya, itu hukum otomatisasi. Paham?  Sewaktu kecil, kelas 1 SD mungkin, saya pernah punya sejenis penyakit yang diderita Nabi Ayyub AS. Gatal-gatal. Tentu saja skala penyakitnya tak sebesar kanjeng Nabi Ayyub. Gatal-gatal di kaki yang kadang sampai muncul nanah juga. Kalau penilaian orang lain saat itu, penyakit saya cukup parah seb...

Puasa, Batal Deritamu

Ramadhan. Iya. Ramadhan kali ini tak banyak yang berubah pada diri saya. Susah memang jika punya wajah ganteng permanen kayak gini. Mandi salah nggak mandi juga salah. Sama-sama tetep ganteng soalnya. Bapak ibu kalau baca ini pasti seneng. Iya sih. Kalau menurut saya memang seharusnya semakin bertambah usia manusia, semakin muda bukan malah semakin tua. Dan tentu saja semakin ganteng. Kan katanya besok kita akan mengalami fase seperti anak kecil lagi. Berarti semakin muda dong bukan semakin tua. Bingung ya? Saya juga bingung kok. Kalau nggak membingungkan bukan saya namanya. Karena ketrampilan hidup saya cuma dua. Satu berbohong, dua membingungkan orang lain. Terus semakin bertambahnya usia, juga harus mampu untuk mengurangi makan dan tidur. Apa nggak bosen, masa usia bertambah, makan tidurnya juga ikut bertambah. Harusnya mampu dikurangi dong. Saya sih maunya mampu kayak gitu. Yang bilang tidur yang ideal harus 8 jam sehari siapa? Sini sini tak traktir granat! Itu kan perhitungan...