Iya. Liburan bagi kami adalah saat yang tepat untuk mengunjungi sanak famili. Namun kali ini kami memanfaatkan liburan dengan cara yang bagi sebagian orang mungkin cukup aneh. Teman sekantor cukup kaget mendengar rencana liburan kami. Respon yang muncul adalah "Kok bisa?!" Dengan ekspresi muka seperti melihat alien jualan nasi liwet di perempatan. "Aku ke Pati. Istri ke Kebumen. Iya bisa saja." Respon saya biasa. Sebiasa melihat birokrasi njlimet di Indonesia. Tapi ya begitu cerita saya. Sesekali boleh kita mengambil jeda. Dan liburan adalah saat yang tepat untuk mengambil jeda itu. Termasuk mengambil jeda untuk bertatap muka dengan istri. Jeda itu salah satu penyebab rindu. Dan rindu adalah bibit unggul untuk cinta. Awalnya istri sangsi. "Nanti kalau ditanya keluarga atau saudara yang lain gimana jawabnya?" "Iya dijawab apa adanya. Ayah kan juga harus ngurus pajak motor. Bunda kangen sama keluarga Kebumen. Jadi ya memang harus dibagi." Se...
Coretan Ngawur Hati Yang Hampir Hancur