Begini. Salah satu dorongan munculnya ide e-book ini adalah keinginan saya untuk memperbaiki 'jurus' menulis yang selama ini seperti ala kadarnya. Kegelisahan saya cukup lama. Beberapa kali saya mencoba untuk menemukan cara menulis yang runtut, enak dibaca, serta tidak seperti hasil mutilasi atau berupa potongan-potongan semata. Namun beberapa draft naskah panjang juga tak kunjung menemu hasil akhirnya. Dengan kata lain, saya masih harus banyak belajar. Ketika keinginan untuk memperbaiki itu muncul, saya lantas berpikir, dari sekian file draft naskah, mana yang harus saya selesaikan? Bukan. Ini bukan semata pembuktian atau eksistensi kepenulisan saya. Jujur untuk menulis sesuatu yang panjang dan berkesinambungan saya belum memiliki kemampuan untuk itu. Saya terbiasa dengan cerpen, artikel pendek, opini kilat atau puisi tanpa makna. Setelah membuka draft naskah lama, saya semakin gelisah. Kalau harus menyelesaikannya, berarti saya harus membaca ulang. Maka daripada saya membac...
Coretan Ngawur Hati Yang Hampir Hancur